Nikmatnya Menelusuri Jalur Gunung Kerinci 3805 mdpl

Cie ... udah pada kangen sama stupid monkey yach ??? ... hehehe ... dilihat dari komen di post sebelum sebelumnya seh, nampaknya begitu ... intip aja kalau gak percaya !!!

Perhatian !!! Post ini akan sangat panjang, bagi anda yang tidak membutuhkan informasi ini, di sarankan tidak perlu membaca dan langsung saja ngomen di kotak komentar, terimakasih !!!

Sob, lantaran sangat menyukai pendakian gunung, dan ingin berbagi kisah perjalanan, makanya blog ini di buat. Namun seiring perjalanan waktu dan naik gunung gak setiap hari #mahal bo', maka blog ini mulai diisi dengan segala cerita yang carut maut.

Masih ada yang mau baca saja, saya merasa beruntung, yah, walaupun efeknya bisa bikin mual, cengar cengir, mata berkunang-kunang, darat tinggi naik, idung ingusan, muntah berak sampai guling guling, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin, #mirip iklan rokok. Cukuplah menjadikan alasan untuk mempertahankan blog ini.

Kebetulan kali ini saya ingin membagikan lagi sedikit cerita perjalanan kemarin, ketika menyambangi gunung kerinci di daerah sumatra sana. #yang gak tau sumatra angkat tangan!!! angkat kaki juga !!!

Ada kebanggaan pada diri sendiri ketika mengunjungi gunung dengan predikat, tertinggi di tanah andalas dan tertinggi kedua di Indonesia tersebut sob. Dengan ketinggian 3805 mdpl saya tersenyum puas di puncaknya walaupun pandangan mata terhalang kabut.

Sebelum cerita di lanjutkan, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Mimi Radial dan YouRha, karena dengan informasi dari mereka berdualah saya bisa sampai gunung kerinci dengan cukup mudah. Terimakasih yach mba brow ...

Dibandingkan saat masih tinggal di jakarta, menuju kerinci kali ini terbilang lumayan jauh, saya kudu menyebrangi beberapa pulau sob, neh liat pemetaannya. Kudu lewatin pulau jawa, baru deh bisa sampe jambi.

peta perjalanan
Perjalanan menuju kerinci
Begitu tiba di Jambi, saya kebingungan mau menuju kearah mana, coba liat peta di maps buatan google tetep aja gak bisa konsen lantaran nama daerah disini terdengar agak aneh. Untung saja saya punya kontak dua sobat blogger asal tanah andalas ini, nah, saatnya informasi mereka saya korek.

Berdasarkan informasi dari Mimi Radial dan YouRha tersebut, saya akhirnya tahu, harus menunggangi travel bernama Ayu Travel dengan tarif Rp. 100 ribu rupiah untuk menuju Kota Sungai Penuh desa Kersik Tuo kecamatan Kayu Aro sebagai pintu menuju puncak kerinci karena disini TNKS terdapat.


Tugu Macam
Kerinci tampak dari desa kersik tuo

Namun berhubung TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) saat itu kosong, tiada satu orang pun, maka saya lanjut masuk bagian hutan kerinci tanpa surat ijin, hehehe ... sory neh pak petugas, ente ente pada gak stand by seh.

Dari Tugu Macan, menuju pintu rimba saya disuguhi pemandangan yang indah memukau mata, melewati kebut teh, dan ladang yang tertata begitu rapi.

Kebun teh

seger deh rasanya

ladang palawija

gayanya mo jalan kaki ke pintu rimba

Dimulai dari pintu rimba dengan ketinggian 1800 mdpl, maka pendakian ini resmi di mulai.

plang sebelum pintu rimba
Kerinci udah nungguin tuh ...

ini juga pintu rimba, banyak ya pintunya ... ckckckck, model : fuad

Gapura pintu rimba

disini juga ada tulisan pintu rimba ...

Dari pintu rimba perjalanan di teruskan ke pos 1 (satu) memasuki hutan heterogen yang lebat dan tertutup sampai sampai sinar matahari pun sedikit sekali menerobos dalamnya hutan.

Di pos 1 terdapat pondok/saung yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda, waktu tempuh dari pintu rimba sekitar 2 jam dengan kecepatan standar stupid monkey.

Yang bikin sedikit bingung adalah posisi ketinggian yang tertera di papan sebuah pohon, disitu tertulis 1800 mdpl, tapi di GPS punya saya malah tertulis 1900 mdpl, mana yang bener neh ? padahal di pos lainnya, sama lho.

hutannya sedikit gelap bo'

disini tertulis 1901 mdpl

liat deh, tertulis 1800 mdpl

Pos 1 1900 mdpl
Dari pos 1 perjalanan di lanjutkan ke pos 2 dan memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan medan jalur yang tiada berbeda dengan sebelumnya, namun lebih banyak akar pohon yang ikut nangkring di sekitar jalur. Di pos 2 terdapat sumber air di sebelah kiri jalur, namun kurang cocok untuk mendirikan tenda.

pos 2, 2000 mdpl

jalur pendakian yang rata rata di tangkringin akar

sumber air di pos 2

pos 2, ada monyet rebah
Menuju pos 3 perjalanan akan semakin romatis, selain jalur dengan tanjakannya yang terkadang curam, kabut senantiasa bermukim disini, maka tak ayal dingin akan segera menusuk jika terlalu lama berhenti di antaranya, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam, dengan kecepatan stupid monkey.

Di Pos 3 dengan ktinggian 2250 mdpl terdapat pondok/saung untuk beristirahat namun tidak terlalu luas dan hanya bisa menampung satu tenda berkapasitas 2 orang, jika ingin mendirikan tenda.

tulisan pos 3 di salah satu pohon

fuad bergaya di pos 3, 2250 mdpl
Dari pos 3, perjalanan di lanjutkan ke shelter 1 dengan waktu tempuh sekitar 3 jam DSKM (dengan kecepatan stupid monkey). Shelter 1 lumayan luas, cocok untuk mendirikan tenda.

shelter 1 2500 mdpl

lumayan luas untuk beberapa tenda, walaupun pondoknya rubuh.

pohon besar di shelter 1

Sepuluh jam sudah stupid monkey berjalan, dimulai dari pintu rimba hingga shelter 1, namun entah kenapa kondisi tubuh masih sangat bagus, mungkin karena sudah 5 bulan tidak mendaki dan sangat kangen pendakian, jadi perjalanan ini terasa begitu ringan dan menyenangkan.

Dari shelter 1, ini waktu sudah menunjukan pukul 16.00 wib, menurut info dari GPS, matahari baru akan terbenam sekitar pukul 18.00 wib, jadi gak salah dong, kalau perjalanan di lanjutkan sedikit lagi.

Menuju shelter 2, jalur akan sedikit lebih menanjak dari sebelumnya, bila hujan tiba, jalur akan semakin licin, di tambah, pohon yang tumbang, melintang dan akar pohon yang berserakan di sepanjang jalur. Dalam perjalanan kita akan melewati pinggiran bukit sehingga kita bisa menikmati pemandangan danau belibis dan hamparan ladang dari jalur.

Tuh, katanya bernama danau belibis


kalo di zoom gini yach 

Matahari yang semakin terbenam membuat jalur semakin gelap, selain kondisi jalur yang semakin menanjak dan tubuh sudah terasa lelah, ditambah perut lapar yang keroncongan, maka kami putuskan untuk mendirikan tenda sebelum sampai selter 2, tepat pukul 19.00 wib.

posisi tenda sebelum shelter 2, 2965 mdpl

Sedikit lapak dan bisa sekedar mendirikan tenda, sudah merupakan surga yang sangat luar biasa. Bisa ngopi, makan, terus molor.

Entah kenapa malam begitu cepat berlalu, baru aja mata tertutup, kok suara azan subuh sudah berkumandang, hmmm ... tidur terlalu pulas ternyata sob.

Tepat pukul 06.00 wib, kami putuskan untuk meninggalkan tenda untuk menuju puncak agar perjalanan lebih ringan, hanya membawa logistik ala kadarnya dalam perjalanan.

Baru 5 menit berjalan, ternyata shelter 2 sudah terlihat, hehehe ... ternyata tempatnya tidak jauh berbeda dengan posisi kami mendirikan tenda.

Di shelter 2 terdapat sedikit lapak untuk mendirikan tenda, karena posisinya yang berada di punggungan bukit, maka jangan kaget kalau pemandangan dari sini tampak keren sob.

view dari shelter 2

shelter 2, 3000 mdpl

Dari shelter 2 menuju shelter 3, kami di suguhi perjalanan yang sangat menanjak melewati ngarai yang begitu panjang, diperlukan stamina yang bagus karena setiap tanjakan memiliki ketinggian setinggi hidung manusia normal, jadi perlu pegangan ranting untuk pegangan dalam menanjak.

Jalur berupa terowongan "terowongan casablanca" ini lumayan panjang, terjulur dari shelter 2 sampai shelter 3, namun sayang, lantaran konsen sama jalur, kami tidak sempat mengabadikannya dalam sebuah gambar.

lama perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai di shelter 3. Namun semua terbayar saat sampai kesana dan disuguhi pemandangan yang luar biasa.

Shelter 3, 3200 mdpl

matahari nya ciing ...

seger ...

puncak saat masih pagi

hamparan alam ku ...

shelter 3, 3200 mdpl

Puncak sudah sangat jelas terlihat, dan kami terus melangkah sedikit demi sedikit menuju titiknya.

yooooo ...


yeeahh ...

yiiiiii
dikit lagi
Sebagai batas vegetasi wajar saja jika matahari mulai terik, padahal waktu baru menunjukan jam 8.00 wib, lho, hmmm namun tetep aja udara masih terasa sangat menusuk, mungkin karena ketinggian yang sedemikian tinggi sob. 3200 mdpl di shelter 3.

Teriknya matahari mulai meredup ketika waktu menunjukan pukul 10.00 wib, aroma belerang juga semakin menyengat di hidung, ada sedikit kekhawatiran saat itu pada diri kami, sehingga kami harus sedikit bergegas sampai puncak agar dapat melihat keindahan gunung elok ini. Namun yang terjadi adalah ...

Berkabut

Puncak berkabut

mandi kabut


masih berkabut

kabut kabut kabut

so ?

tetep ...

mo apa lagi ... tapi damai

Puncak 3805 mdpl, berkabut, jadi hanya ini pemandangan yang bisa kami nikmati

Pukul 10.30 wib kami sampai di puncaknya. Puas tak puas kami harus menelan kenyataan ini, mungkin pijakan kaki saja sudah cukup membuat sedikit hati ini senang, walaupun tak sepenuhnya. Apa mau di kata, kenyataan harus di terima.

Tak lama kami menikmati puncak, setelah sebatang rokok dan segelas kopi. Sebelum kabut dan aroma belerang semakin menyengat, kami bergegas meninggalkan titik ini, mencoba merelakan kenyataan dan menahan rasa kecewa, namun suatu hari nanti saya akan kembali lagi, untuk melihat puncaknya.

Perjalanan turun berbeda dengan saat naik, lebih santai sambil menikmati kopi dalam perjalanan, kami mencoba mengambil beberapa gambar, sambil sesekali menengok ke puncak.

fuad : 3600 mdpl


fuad :liat liat ke bawah, 3550 mdpl

fuad : yah ... berkabut neh ... 3765 mdpl

saatnya turun, kapan waktu balik lagi ...


Masih banyak yang ingin saya ceritakan dalan perjalanan ini, namun saya tahu, yang baca ini post, pasti udah sangat bosen lantaran puanjangan beud. Ya udah, saat nya post ini diakhiri, berikut, skematik pemetaan global jalur pendakian gunung kerinci 3805 mdpl.

klik aja biar gambarnya, biar gede ...

sekian ... perjalanan pendakian gunung kerinci.


note :
* Jika ada yang mual, muntah, darah tinggi naik, setelah baca post ini, bukan tanggung jawab stupid monkey ... !!!
* entah kenapa kamera yang di pakai buat jepret jepret suka ngadat, makanya gambarnya kadang gak sedap.
* thanks atas informasinya Mimi radial dan YouRha ya ...ooo

Komentar

  1. Indonesia mamang indah tiada duanya...tmben ana nomer satu ni.....ajibbbbb.sob pemandangannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhhh...nyerah mon...ane keluar rumah aja masuk angin....heee

      Hapus
    2. boong ah gak percaya, buktiin dulu

      Hapus
    3. Informasi lengkap mendaki gunung Kerinci, terima kasih untuk sharingnya

      Hapus
  2. heee jangan salah
    banyak lokasi di gunung yang entah kenapa bisa mengacaukan gps dan kompas
    aku pernah terus bergerak tapi gps tetap diam dan baru bergeser setelah setengah jam kemudian
    pernah juga aku bergerak pelan tapi tau tau gps lompat sampai 2 kilo dalam hitungan detik
    mungkin penguasa gunung memang punya teknologi kamuflase yang keren plus gps jamming
    hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi bener sob, mungkin gps ane yg geblek, udah kudu di ganti juga tuh sama yang kerenan, btw kalo ente punya yg etrek 30, bolehlah barter ... hehehe

      Hapus
    2. pantes ngga y, barter sama ubi

      Hapus
    3. pantes aja kalo ubinya dua truk, hehehe

      Hapus
  3. Waahh...Keren, udah nyampe kesana, saya yang asli Kerinci belum pernah naek gunung nya....hehee.....,, Btw saya juga nanti mo share tempat wisata yang ada di Kerinci.....,,, hehee....kerinci is so beautiful....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah asik neh, share dong, soalnya kemaren jg gak keburu ke danau tujuh tuh sob

      Hapus
  4. nape musti si puad yg jadi model?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mo nya siapa? stupid monkey? terus yg moto siapa kl ane jg ikut di foto, org di gunung jg cuma berdua kok :p
      lagian foto ane mahal, blog ini gak bakalan mampu bayar, hehehe

      Hapus
    2. ya gantian gitu om, kan aku juga penasaran sama muka si om.. hahaa.. atau poto kayak abege abege di pesbuk yang narsis2 ntu om, potonya bedua di depan kamera, mukanya aja yang dipoto trus agak miring beberapa derajat, eeeen sama2 bilang "najiiiiiiiis", cekrik.. jadi deh tu poto :p trus aplot disini, begonoh :p

      Hapus
    3. yang punya blog sibuk dengan kameranya sehingga batal jadi model :-)

      Hapus
    4. wkwkwwkk ... @ uswah, nah tuh udah di jelasin sama mas Hariyanto, masih gak cukup ???

      Hapus
  5. Backpacker emang enak broo, apa lagi di abadikan di blog seperti ini.. rasanya tak bisa di gambarkan oleh kata2 *halah..



    [ Gabung yuk ke Direktori Backlink Gratis Berkualitas No.1 Indonesia ]

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali, terimakasih ya atas kunjungannya sob :)

      Hapus
  6. lama ane dimarih bolak balik liat poto2nyah.
    asik banget pid, masih berkesempatan daki gunung, nikmati sepuas puasnya sampe titik darah yang terakhir selagi ada kesempatan, pedakiannya dishare in, kan kita jadi bisa ikut menikmati dan lumayan mensyukuri betapa Allah maha besar dengan segala ciptaanNYA yang indah.
    keren coy

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi, ciptaaNya emang menakjubkan, gak pernah bosen ane ngeliatinnya, pengennya seh ngedaki sampe ujung dunia yg paling tinggi, moga aja kuat ya, kuat modal juga, kali aja ente mo modalin juga bray, hehehe

      Hapus
    2. boleh juga tuh, tapi do'ain ane dulu supaya duitnya buanyaaaak, ntar dimodalin ke puncak himalaya...gimane?do'anya yang khusyu y.

      pid link ente tak taro di"blogroll terpanas" biar gampang kalau pengen ngecup

      Hapus
    3. okay, ntar di doakeun biar boled nya laris manis, biar makin kece :P

      sep, ntar link kang bro juga saya pepet dah :D

      Hapus
  7. Wowwww ..foto fotony abikin iri Mon, pengen ke sana juga bareng suamiku *ngayal*

    kebayang andai di atas puncak berkabut itu .... pohon besar spt itu byk sekali di sini Mon, malah lbh gede lagi

    Fotomu mana mon, sekali kali nampang gituh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba kesono ajak suamimu, biar bisa bikin foto juga :D

      kalo kamu pasang foto, baru deh pikir2 hehehe :)

      Hapus
    2. aku pasang fotoku di blogku gituh Mon ? terus kamu baru mikir mikir mau pasang foto juga ? emang wani piro ? hihihihi

      Hapus
    3. hehehe ... siapa tau saya berubah pikiran mba, gimana ...

      Hapus
  8. bener2 puanjang tulisannya *usap2 kacamata*

    dari judulnya, akhirnya saya gugling nyari tau tentang mdpl, dan akhirnya saya baru ngeh, kalo mdpl itu ternyata singkatan dari meter di bawah permukaan laut heheheheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wew, iya panjang #ngusap kambing sebelah :(

      wew, iya yah, saya lupa ngasih tau apa itu mdpl, tp sukurlah di kau kreatife jeng #dilempar pisang :(

      Hapus
  9. baru kali ini gue liat tulisan seputar perjalanan pendakian gunung yg paling lengkap dari elo MON.
    salut banget ama fisik elo melintasi pedalaman hutan untuk sampai ke puncak kerinci. TOP MARKOTOP untuk postingan kali ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru kali ini juga gw baru nulis pendakian kali ini bro, tau dah setan apa yg merasuki pikiran dan jari gw :(
      jangan buru buru salut bro, kalo lo liat langsung juga bakalan ngenes, dua langksh nyengir soalnya, hehehe

      Hapus
  10. alahayyyy..jadi kangen deh naek puncaknya lagi.
    pulang ga ketauan..pdhl ongkos mimi yang bayarin hihiyahaha.

    untung selamat loe ya...kirain dah ikut monkey2 disana. pizzang gue manaaa ????????

    BalasHapus
  11. alahayyyy..jadi kangen deh naek puncaknya lagi.
    pulang ga ketauan..pdhl ongkos mimi yang bayarin hihiyahaha.

    untung selamat loe ya...kirain dah ikut monkey2 disana. pizzang gue manaaa ????????

    BalasHapus
  12. alahayyyy..jadi kangen deh naek puncaknya lagi.
    pulang ga ketauan..pdhl ongkos mimi yang bayarin hihiyahaha.

    untung selamat loe ya...kirain dah ikut monkey2 disana. pizzang gue manaaa ????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. adoh ... teriak seh teriak, jangan ampe segininya kaleee ... ampe tiga lapis gitu :p

      pisangnya abis dimakan monyet satunya, beli sendiri aja gak usah minta :P hahaha

      Hapus
  13. Balasan
    1. tulisannya mantap lengkap. pemandangan berkabutnya bagus kok. hihihi

      Hapus
    2. oww .. gitu ya, nyok kapan kapan kita moto kabut :p

      Hapus
  14. sumpaahh puas banget lihat gambarnya banyaaaaaaaaaaakkkkk

    BalasHapus
  15. postingan terpanjaaaaaaaang versi stumon....*lirik jaya suprana...wkwkkwkwkkk

    BalasHapus
  16. detail sekali foto-fotonya, sampai jalur pendakiannya pun difoto juga luarbiasa,
    saya jadi rindu lagi sama kegiatan kebut gunung setlah membaca postingan ini...kapan2 kita barengan menjelajahi gunung ya ...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saking isng nya kamera sampe erorr, hahaha ...
      boleh tuh, kapan kapan kita nanjak bareng ya ... ditunggu undangannya :D

      Hapus
  17. keren banget pemandangannya, pecinta alam jga yah sob, plus pendaki gunung, hee
    lain kali jangan pake GPS tapi kompas jadul :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, saya bukan pecinta alam sob, kebetulan suka daki gunung aja, kalo kompas mah wajib di jinjing bro :P

      Hapus
  18. Luar biasa artikel ini. Ini termasuk postingan dengan jumlah foto yang ditampilkan terbanyak dari yang pernah saya baca di blogging. Serasa memasuki sebuah gallery foto yang sangat lengkap. KEren Stupid Monkey, Keren kerennnnnnnnnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. wew, bisa masuk muri dong mas, hehehe ... semoga bisa dinikmati ya :D

      Hapus
  19. Postingan ini bisa ikutan blogiveawaynya Tomkuu mas Stumon :)
    Sekarang para pendaki pemula tinggal gugling ya nyari pengalaman para pendaki gunung, banyak pendaki yang suka ngeblog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya, masih ada ya kontesnya :D

      semoga aja infonya bisa bermanfaat mba :D

      Hapus
  20. gambarmu bikin ngeces om..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hustt ... jangan ngeces disini ya :p

      Hapus
  21. Itu yang potret pake kamera vga ya ? Xixixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi, yang jelas pake kamera erorr, hahahaha :p

      Hapus
  22. Salam kenal mas...

    waah.. tulisannya keren. bisa dijadikan referensi untuk menuju top of mt. Kerinci at 3805m asl. Saya Insya Allah tgl 28 Maret nanti mendaki kesana. mau nanya mas.. ada pacet gak disepanjang perjalanannya? jadi mau siap2 bawa penangkalnya..
    Mas ketiduran atau memang rencananya naik ke puncak jam segitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, mau kesana ya, asikkk dong #pengen ikut ...

      tenang aja mba, disana gak ada pacet kok, jalurnya aman dari binatang semacam itu, hutannya sangat bersahabat, jadi santai aja dan selamat menikmati ya :D

      itu kesiangan, hehehe, biasanya yg muncak kebanyakan sekitar jam 3 pagi an :)

      di tunggu nanti kisahnya sepulang dari sana ya :D

      Hapus
  23. asik nih, thx telah berbagi pengalaman

    BalasHapus
  24. Siipp... mas.

    mau nanya lagi boleh ya mas.. gambar2 diatas diambil pakai kamera apa tu mas...kereen, dan buat iri.. pingin segera kesana.
    kelihatannya cuaca disana cerah sekali.. trip nya kapan tu mas?

    Mau nanya apa lagi ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk ... tanya yg banyak mba, biar panjang gak masalah ...

      tripnya masih di bulan ini berangkat tanggal 7kemarin kok, cuaca sedang asik, angin gak terlalu kenceng, pas lah gak terlalu dingin juga, sueger deh pokok nya :P

      Hapus
  25. naik2 kepuncak gunung dong? hehehe..

    :D

    BalasHapus
  26. Wah wah wah , ternyata pendaki gunung juga ya, salam lestari bang, saya ke kerinci rencana abis lebaran nih, jadi ngiler liat foto fotonya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam lestari jg sob, wah kl abis lebaran biasanya rame tuh, asik pastinya makin banyak tambahan temen, semoga nanti pendakiannya sukses ya sob, n di tunggu kisahnya lho

      Hapus
    2. Siap bang, entar rencana abang kemana lagi nih ?

      Hapus
  27. Waah kapan2 ajak ane donk Bro..
    Belom pernah naek gunung.,
    Sukses deh Bro
    salam lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. wew, wah boleh sob, kita siapin buat ke cartenz yuk ...
      salam lestari

      Hapus
  28. Balasan
    1. hehehe, pake kamera biasa, kamera poket, kamera hp dan kamera yang erorr juga ... hehehe

      Hapus
    2. waah..siip lah berarti saya nanti kemungkinan akan bisa ngambil foto2 yang seperti foto2 punya mas itu... Karena kamera saya juga kamera saku biasa..he he..
      Insya Allah saya besok berangkat ke Kerinci..Semoga di beri Allah kelancaran dan kemudahan untuk menuju puncak 3805 mdpl dan...jangsn sampai ketiduran he..he

      Hapus
    3. tenang aja, kamera apapun kalo digunung pasti okeh lah hasilnya, hehehe ... ya kan ??

      Wah, selamat menempuh perjalanan ya mba, semoga sukses dan bisa membagikan kisahnya, kalo ketiduran, yooo lanjut tidur lagi, hehehe ....

      oiya, di shelter 3, terdapat sumber air di bagian cekukan bawah sebelah tanda plang shelter ya ... happy hiking ...

      Hapus
    4. yup ...
      btw blog nya mana neh? gak ke detek

      Hapus
  29. ajiiibb...deh Mas..bkin ngiler..
    oh iyaa..dalam waktu yura mau kesana juga ne..porterin ya mas..kalau digendong jga gak apa2,biar kakinya gak capek..wkwkkw #maunya

    Walaupun postingannya agk panjang,saya suka kok mas..*ini ciyus lho..hehe

    aah..jgn makasi aja donk mas..krim oleh2nya sini..hehe *Just kidding*
    sama2 mas..syukur gak nyasar..hehe peace \/

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan ngiler disini #ngepel
      moterin??? ogah, yg ada juga tuan rumah kalee yg gendong hehee
      btw thanks ya infonya, semoga perjalananmu nantijuga menyenangkan

      Hapus
    2. yah..sekli2 boleh lah mas..kpn lagi kan ngotorin blog mu..hehe

      aah..gk jga hrus tuan rmh kle mas,sbagai tamu yg baik itu harus baik2 ama tuan rumah,ntr kna usir..hehe *sok ngancem

      iyaa..sama2..smga aja..amiin..:)

      Hapus
  30. Bismillah.. I wanna go there one day..amazing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yukkkk tak anterin hahahahahah, pengen ikut mendaki dehhhh

      Hapus
  31. Selamat Malam Sobat, Izinkan saya untuk membaca isi postingan blog mu ya..

    Jangan lupa anda mampir ke blog saya yang sederhana...

    Oiya Kalo bisa sihh Klik juga G+ nya...

    Makasih Sebelumnya..

    Selamat malam, selamat beristirahat...

    BalasHapus
  32. wuaaaahhh,, ,bgus bget kak,,,,,
    lain kali ikut mendaki dunk

    BalasHapus
  33. pas banget saya lagi NGIDAM GUNUNG

    BalasHapus
  34. Heiho! Itu picts buat mupeng! Mantab mas broo! InsyaAllah minggu ini melipir ke si bohay Kerinci. Ijin nanya dong mas bro, kalau berangkat kamis atau jumat, cukup waktu ga untuk turun dan tiba hari minggu? Tengkyyuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cupuk, aduh maaf neh gak sempet bales ya ...

      Hapus
  35. Akooooooooooh pengen kesanaaaaaaaaaaaaaaaa doooooooooong... Yaaa yii yaa yii aja nih om Stumon tapi aku gak diajak... :'(

    btw, ini dengkul pada racing yak? Ngebut bener itu mah yaaak naiknya. :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. bangetttt :P

      iya euy kecepetan, bete deh ... :(

      Hapus
  36. Asyik bener deh petualangan pendakian seperti ini, walau berdua, namun ceritanya dan pengalamannya satu batalyon. he,,,he,,he,,, Apalagi klau kita bisa menikmati jalan dengan menelusuri jalur ke gunung Kerinci.

    Salam,

    BalasHapus
  37. Balasan
    1. asyik bnget yak, bisa jalan2 ke gunung.. :)

      Hapus
  38. alhamdulillah, awal tahun 2014 tadi nyampe kerinci bareng anak ponorogo sama dua cewek dr sumut. dan alhamdulillah cerah bang, dan alhamdulillah . . . . lagi badai, dan alhamdulillah juga . . . . cuma sampe shelter 3. dan alhamdulillah, pulang ke rumah dengan selamat. wkwkwk *peluk guling

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, asik beud pokoknya mah serba alhamdulillah ya :)

      Hapus
  39. dan ALHAMDULILLAH juga nih bang, sampe sekarang belum ada juga maen ke gunung. kpaan ya bang? *menatap galau ke atap langit.

    BalasHapus
  40. wah asli keren kang, kalo saya kayaknya ngga bakal kuat hehehe, olahraga aja saya jarang apalagi nekat mendaki, bisa pingsan duluan sebelum sampe atas hehehe

    BalasHapus
  41. seru juga cerita perjalanan nya :)

    BalasHapus
  42. Thank infonya y Mon.
    Aku mau prawedding d puncak kerinci mon. Kira2 bisa gak mon.? Apakah sempat ganti kostum tu mon? Mohon info nya mon.. tahnks mon. Slam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow keren, bisa banget tuh, selter 3 tempatnya lebar kok, soal ganti kostum mah pasti sempet, tinggal bawa potter aja biar press :)

      Hapus
    2. Mksh infonya Mon..
      Selter 3 tu sdh dipuncaknya y Mon.? Medan ny berat gak Mon..?

      Hapus
  43. wuaaaahhh,, ,bgus bget kak,,,,,
    lain kali ikut mendaki dunk

    BalasHapus
  44. wah asli keren kang, kalo saya kayaknya ngga bakal kuat hehehe, olahraga aja saya jarang apalagi nekat mendaki, bisa pingsan duluan sebelum sampe atas hehehe

    BalasHapus
  45. Mantep gan, seru, fotonya jg bagus2 :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, berikan komentar anda mengenai posting diatas

Postingan populer dari blog ini

Desain Undangan HUT RI Ke 69

Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian

Fiersa Besari