Antara George Mallory dan Everest Mount Part III

Menjadi kebahagiaan seumur hidup, "Aku pernah mengalami waktu yang sulit, dalam pendakian." 
Hal ini akan menjadi sebuah daya tarik yang kuat untuk pergi untuk membicarakan ini dengan Ruth. 
Tapi akan terlihat agak sulit untuk memilih yang lainnya , "tanpa diriku, menaklukkan puncak.".

Mallory jelas sangat mencintai Ruth. Dia adalah kekasih, rumah, pasangannya tercinta yang menggambarkan semua hal yang menarik tentang rumah, keluarga, daratan Cambridge. Tapi Everest menggambarkan semua hal tentang kesenangan, petualangan, khayalan, mistis. Kepribadiannya dipenuhi antara dua hal itu. 

Pada awal 1923, krisis mencapai puncaknya. ketika Mallory berlayar ke America untuk membahas tentang petualangannya ke Everest. Dia adalah bintang diantara klub penjelajah di New York. 

Saya bisa membayangkan penonton diujung kursi mereka ketika Mallory membicarakan tentang angin yang menggigit, perasaan mati rasa, dingin yang menusuk. Seorang jurnalis New York Times bertanya 

"Mengapa mendaki Everest?" Mallory memberikan jawaban legendarisnya... "Because it's there/Karena disanalah adanya." 

Tiga kata yang mungkin menjadi lebih terkenal daripada Mallory sendiri, mengesankan rasa kengerian 

dalam diri Mallory. Gunungnya masih disana, dia tak terdaki, pencarian juga masih berjalan. Dan dia adalah orang yang terikat olehnya. hampir seperti kisah dongeng keterikatan dengan gunung. 

Dia pernah kesana dua kali dan dia akan kembali untuk ketiga kalinya. Saya pikir ide bahwa orang lain 

akan mengikuti jejaknya dan pergi ke puncak sendiri adalah sesuatu yang sulit diterimanya. 

Semua hal, tentang rutenya dan tentang gunungnya. Sebenarnya sebuah egoisme yang mengejutkan 

bagi seseorang seperti Mallory untuk mengalaminya. Tapi kemudian para pendaki memiliki semua unsure keegoisan itu dalam diri mereka. 

Pada usia 38, adalah kesempatan terakhir Mallory untuk nenaklukan gunung ini 

Apa manfaatnya? Apakah bermanfaat dengan meninggalkan anak-anakmu? Mengapa kau pergi ke gunung ini? Apakah kau akan selamat? Kau tahu aku mencintaimu. Dan saya mengerti, ketika saya berusaha untuk meyakinkan isteri dan anak saya bahwa itu adalah hal yang aman dan menyenangkan pergi ke Everest dan itu adalah perbuatan yang terhormat, itu adalah jawaban dari Mallory kepada Ruth. 

Andrew “Sandy” Irvine 

Sebelum mendaki Everest, Mallory harus memilih rekan mendakinya Diantara para kandidat ada seorang siswa ilmu kimia berusia 21 tahun, Andrew 'Sandy' Irvine - seorang pendaki pemula. Sandy Irvine selalu memanfaatkan kesempatan jika ada sebuah kesempatan yang datang kepadanya dia akan mengambilnya. 

Dia menyukai teater,Dia menyukai mobil, dan terutama dia menyukai wanita.Dan dia pernah menjalin 

hubungan gelap dengan sahabat ibu tirinya. Itu adalah skandal yang besar. Tapi Sandy Irvine adalah orang terkemuka pertama yang menjadi pendayung. 

Dan ketika dia masuk Oxford dia terpilih untuk ambil bagian dalam lomba dayung Oxford dan Cambridge. Lomba dayung tahunan adalah even olahraga paling bergengsi pada saat itu. Mereka memenangkannya. Dan apa yang Mallory lihat pada diri Sandy kemampuan luar biasa yang dimiliki pendayung handal, yang bisa menahan rasa sakit, yang memaksa dirinya hampir melebihi batas kemampuan manusia biasa. 

Tapi ada alasan lain untuk memilih Irvine Mallory butuh seorang ahli teknik untuk membuat peralatan oksigen yang sangat penting di dataran tinggi. Dan tidak seperti Mallory, Irvine orangnya sangat praktis. 

Sandy meminta komisi Gunung Everest untuk mengiriminya model tabung oksigen tahun 1922, termasuk gambarnya. Dia habiskan waktu berjam-jam dikantornya di Oxford mencoba membuatnya agar dapat digunakan, mencoba membuatnya lebih ringan, lebih kuat dan tidak mudah rusak, agar para pendaki dapat memakainya dengan lebih percaya diri. 

Dan fakta bahwa Sandy begitu mahir dengan peralatan, Saya pikir, membuatnya lebih jelas dalam benak Mallory bahwa Sandy adalah orang yang berguna untuk diajak mendaki bersamanya. 

Bagi Irvine, diundang untuk mendaki bersama George Mallory,pendaki terbaik di generasinya, ke Gunung Everest yang tak terdaki adalah hal yang luar biasa. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan saya “. "Saya berjalan di udara yang tak nyata." Kita harus sepenuh hati menuju puncak. 

Jika aku harus mati, maka tidak ada kematian yang lebih baik "dari pada ketika mencoba menaklukkan Everest."

Bersambung ...

Note : 
Tulisan ini terjadwal, yang punya blog sedang ke Gunung.



Komentar

  1. Irvine, DAN George Mallory pernah dengar nama-nama tokoh ini tp kisah detailnya baru baca di sini...Btw, ada anti virus yg bisa di recomended gak neh? Avira membuatku gak bs 'bebas' BW deh

    BalasHapus
  2. lah, orangnya lagi kegunung
    yg mampir gak dikasik jajanan donk ini

    BalasHapus
  3. waduh... to be continue again nich!. kayak film The Walking Dead az!

    BalasHapus
  4. wah! mentang-mentang yg punya lapak gk ditempat, pembelinya pada ngilang! cepet pulang, mon! ;)

    BalasHapus
  5. Absen sobat.
    Ditunggu kelanjutannya :D

    BalasHapus
  6. Saleum,
    Setiap kisah ke Everest selalu mendebarkan hati, setidaknya demikian yang bisa kutangkap dari ucapan - ucapan Irvine.
    ditunggu kelanjutannya :)

    BalasHapus
  7. Baru datang lagiiiii...
    Wah, sy ketinggalan nih ceritanya...
    Yo wess, sy ninggalin jejak wae ah, hehe :D

    BalasHapus
  8. Selamat berjalan-jalan di gunung :)
    #Eh
    Di gunung itu jalan-jalan bukan ya, namanya...? :D

    BalasHapus
  9. Sekarang Everest gak jadi yang tak terdaki lagi hehe. Kapan mas ke sana? :D

    BalasHapus
  10. @Ririe KhayanPakai Essentials atau avast, mungkin itu mba yg menurut saya yahud saat ini :D

    BalasHapus
  11. @Istighfarin.com lho, itu kopinya seduh sendiri aja jeh :D

    BalasHapus
  12. @Bung Penhohehey, kan ini emang dari film sob :D

    BalasHapus
  13. @eksakhaha, gpp sob, suka-suka aja, yg penting semua senang ya gak .. :D

    BalasHapus
  14. @dmilanosudah komplit sekarang malah sob :D
    salam :)

    BalasHapus
  15. @Nhinisyo wiss, jejak nya tinggalin aja, nanti di taruh di museum :)

    BalasHapus
  16. @kakaakinhehehe ... betul sob, namanya jalan-jalan :)

    BalasHapus
  17. @Unasecepatnya dong ... mau ikut ???

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, berikan komentar anda mengenai posting diatas

Postingan populer dari blog ini

Desain Undangan HUT RI Ke 69

Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian

Fiersa Besari