Menerima Kenyataan Walau Pahit

Judul diatas adalah tumpahan kesedihan yang melanda stupid monkey saat ini, kenapa tidak, setelah rencana mendaki pada tanggal 27 kemarin gagal, stupid monkey harus kehilangan seorang pendaki terbaik yang telah menghembuskan nafas terakhirnya 25 desember kemarin. 

Gagal Mendaki 

Masalah gagalnya pendakian terjadi lantaran kurangnya informasi dari pihak kereta api bahwa tiket sebenarnya sudah habis sampai tanggal 28, saat saya melakukan pemesanan tiket untuk tanggal 27 kemarin "seminggu sebelumnya" langsung di stasiun kota, pihak loket mengatakan bawa penjualan tiket untuk tanggal 27 baru akan dibuka dua hari lagi. Mendengar hal itu tentu stupid monkey percaya dan akan kembali lagi dua hari kemudian. 

Tapi apa yang terjadi dua hari kemudian, tepat di depan loket pemesanan tiket tertulis “Tiket Habis Sampai Tanggal 28”. Gilaa, padahal baru dua hari yang lalu tiket belum dibuka dan harusnya hari ini baru terjadi pemesanan. Saya yang penasaran bertanya pada penjaga loket tentang kebenaran tulisan tersebut, dan mereka bilang kebanyakan pemesan melakukannya lewat stasiun online terdekat. wah, gila … saya tidak mau menyerah begitu saja, tancap gas meluncurlah ke stasiun Senen, tapi ternyata hasilnya sama. Namun disini tedapat sedikit informasi bahwa akan ada gerbong tambahan untuk kereta yang kami tuju, namun hanya dapat dibeli pada hari keberangkatan. " huft, Sedikit napas lega deh....". 

Pada hari H, dengan segala semangat kami menuju stasiun senen dengan harapan mendapatkan tiket untuk menuju kota malang. lagi-lagi ketika berhadapan diloket kami mendapatkan pemberitahuan bahwa tidak ada gerbong tambahan yang disediakan untuk kereta tujuan malang hari ini. Tuh, sial ga ??? Apesss …!!! dan 50 pendaki harus kecewa serta menggagalkan rencana pendakian, ditambah puluhan pendaki  lain seantero JABODETABEK. Karena selain transportasi kereta yang paling murah tarip mobil bus naik 3x lipat, hebat gak mereka ??/

Perginya Seorang Sahabat

25 Desember 2011, Pukul 15.14 Wib, terdengar suara speker masjid berbunyi lagi, tentu sebagai umat islam saya sadar bahwa waktu sholat ashar akan tiba dan biasanya speker masjid mengudarakan sholawatan sebelum azan. Namun kali terdengar lain, dengan sangat jelas dikatakan “Berita duka cita, telah pulang ke Rahmatullah saudara Agus Supriyanto bin Amir pada pukul 15.00 wib”. Sepenggal kalimat tadi jelas sudah membuat hati saya benar-benar rontok. Nama yang baru saja disebutkan adalah nama seorang sahabat yang lama berada disisi saya baik dalam mendaki, nongkrong dan dalam hal lainnya.Beliau adalah pendaki terbaik yang dimiliki stupid monkey. Beberapa teman yang juga pendaki seketika menanyakan kebenaran itu lewat saluran handphone. Tak ada kata yang dapat saya ucapkan saat mengiringi kepergiaanya saat berada dipemakaman, mungkin sedikit kata dalam hati yang bisa saya tuliskan. 

masa saat udara diselimuti kabut 
masa saat panas mendera membuat kulit terbakar 
masa saat kita berloncatan tatkala mencapai puncak
pernah kita mendebatkan hal-hal konyol 
padahal malam mulai berganti pagi 
karena kau dengan sengaja menyiramkan air 
membasahi tubuh ini 
saat aku tertidur pulas di hutan yang dingin. 
kawan kini kau telah pergi 
pergi jauh meninggalkan kami 
meniggalkan masa-masa itu 
Masa – masa itu telah berakhir 
Selamat jalan, jangan lagi tertawakan 
tawamu sudah lagi tak ku dengar. 
semoga engkau tenang. 

Saya tak pandai merangkai kata, kata diatas hanya sebagai penutur saja tentang betapa kami kahilangan teman.

Kedua kenyataan diatas memang pahit, namun kami harus bisa menerimanya, karena mungkin dibalik ini semua ada pelajaran yang dapat kami ambil.



.

Komentar

  1. Turut brduka ya ats tman stupid monkey,smga sgala amalnya dtrima dan khilafny diampuni..amin
    Ttg kgagalan mndaki,ttp smagat yak..msh da hari lain,smgat! :)

    BalasHapus
  2. inalilahi waina ilahi rajiun semoga semua amal beliau mendapat ganjaran yang paling baik di sisi Tuhan,
    Semua ada pelajaran yang tersembunyi dibalik itu smua yang diberika Tuhan kepada kita

    BalasHapus
  3. inalilahi waina ilahi rajiun :( turut berduka cita bwt sahabat stupid monkey

    BalasHapus
  4. mau ke Malang mendaki ke gunung apa?
    turut berduka.

    BalasHapus
  5. @all: Terimakasih atas doanya.:)

    @21inchs: saya kemalang ingin mendaki gunung semeru sob ;)

    BalasHapus
  6. Aku juga ikut turut berduka,

    kehilangan memang menyedihkan, akan lebih sedih lagi jika setelah kita di tinggalkan malah kita lebih buruk dari sebelum ditinggalkan.

    BalasHapus
  7. Oh, ini yang diceritakan di blog saya, ya...
    Yang tabah, ya...

    BalasHapus
  8. turut berduka kakaknya atas semua kejadian pahit diatas, semoga tahun baru lain waktu bisa tahun baruan di semeru :)aminnn

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, berikan komentar anda mengenai posting diatas

Postingan populer dari blog ini

Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian

Desain Undangan HUT RI Ke 69

Logo HUT RI Ke 71 | Vector