Efek Game Online Bagi Pelajar

Kemarin sore saya terkejut mendapati pelajar di unit yatim membawa cd tertulis “Special Force” di lab computer, kepada salah seorang siswa saya bertanya “cd apa itu? “. iapun menjelaskan kepada saya bahwa cd yang ia bawa adalah cd game yang di bagikan di depan gerbang sekolah mereka. 

Ternyata hal itu tidak terjadi di satu sekolah saja, pembagian cd ini terjadi di beberapa sekolah disekitar lingkungan saya dalam hari yang sama. Hal itu terbukti dari siswa yang berlainan sekolah juga mempunyai cd yang sama.“ Nah … apa gerangan yang terjadi ? “, rupanya sekarang para pencipta game on line sedang mengincar para pelajar kita. Kalau memang seperti itu, berarti dapat saya simpulkan, masa depan bangsa ini akan segera di permainkan, seperti permainan game itu sendiri. 

Dan juga berarti para pengusaha bisnis jenis ini bisa digolongkan kategori penjahat pendidikan. Bayangkan saja, jika anda mempunyai putra/putri yang setiap saat kerjaanya Cuma main game, mengesalkan bukan ??. Bagi saya main game wajar-wajar saja jika masih sebatas mencari hiburan, tapi kalau sudah seperti kebutuhan pokok yang mengesampingkan lainnya itu kurang ngajar namanya. 

Tentunya harapan saya kepada pemilik bisnis jenis ini, tolong jangan mencari uang dengan menghancurkan masa depan generasi bangsa. Ingat anda juga punya anak dan keturunan, tentunya kalian juga ingin mereka lebih baik bukan.




Komentar

  1. Ternyata sdh smpai sprti itu usaha para pmbuat game online ckck..*meresahkan para org tua jg ni nantinya*

    BalasHapus
  2. kalau benar seperti itu faktanya, ada bukti harusnya aparat kita tanggap dengan tindakan nyata sesuai hukum yang berlaku dong, jangan tunggu-tunggu lagi te5rlalu banyak korban nantinya, ayo bangkit dan bergerak pemerhati pendidikan ........

    BalasHapus
  3. kalau itu tergantung dari masing invididu,jadi mau menyaring efek positif & negatifnya atau justru tidak peduli dengan hal tersebut,

    BalasHapus
  4. @All : Kita harus bisa menghalang pergerakan negatifnya, tapi caranya itu yang masih membingungkan ...

    BalasHapus
  5. wah, jadi sekolah gamers ntar ini

    BalasHapus
  6. @atdyn : Bisa saja kalau niat mereka seperti itu, lebih terhormat dari pada membagikan cd di sekolahan.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah, ane sudah gak sekolah lagi...tinggal nyari uang aja ni

    BalasHapus
  8. @Taman Bacaan : Selamat dong, cari uang ... bikin pusing :)

    BalasHapus
  9. Permainan tradisional pun sudah mulai ditinggalkan. Kalah dgn permainan digital skrg. Antrian di game onlen pun bejubel.
    Apa yg diceritain postingan di atas membuat sy tambah prihatin. Sebuah bisnis tanpa visi untuk kebaikan generasi di masa depan.

    Apa permainan tradisional yg msh teman2 temui?

    BalasHapus
  10. @Taman bacaan : Lanjutkan.

    @Javatoya vloxy : Maka dari pada itu kita harus serius menanganinya, terima kasih atas komen anda.

    BalasHapus
  11. Iya Mas, setiap kali kalau saya ke warnet saya melihat selalu penuh dengan anak-anak sekolah yang tidak lain hanya melakukan game online. Tugas orang tua untuk lebih bijak mengasuh anaknya agar tidak menjadi kecanduan game online, yang sama bahayanya dengan kecanduan narkoba.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, berikan komentar anda mengenai posting diatas

Postingan populer dari blog ini

Desain Undangan HUT RI Ke 69

Perlengkapan (Masak) Pendukung Pendakian

Fiersa Besari